Kamis, 11 Oktober 2018

Sistem Informasi Psikologi


1.      Definisi
a.       Sistem

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasimateri atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.

Secara umum, sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari elemenelemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan.
Menurut Para ahli;
1.      Menurut Davis, G.B
Sistem merupakan gabungan dari berbagai elemen yang bekerja sama untuk mencapai suatu target.
2.      Menurut Harijono Djojodihardjo
Sistem merupakan gabungan obyek yang memiliki hubungan secara fungsi dan hubungan antara setiap ciri obyek, secara keseluruhan menjadi suatu kesatuan yang berfungsi.
3.      Jogianto  
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
4.      Indrajit
Sistem adalah kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang memiliki unsur keterkaitan antara satu dengan lainnya.
5.      Murdick, Ross dan Claggett dalam Simatupang (1995:6)
mendefinisikan sistem sebagai suatu susunan elemen-elemen yang berinteraksi dan membentuk satu kesatuan yang terintegrasi. 
6.    Andri Kristanto, mengatakan bahwa pengertian sistem adalah suatu jaringan kerja dari sebuah prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.




b.       Informasi

Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi dapat direkam atau ditransmisikan. Hal ini dapat dicatat sebagai tanda-tanda, atau sebagai sinyal berdasarkan gelombang. Informasi adalah jenis acara yang mempengaruhi suatu negara dari sistem dinamis. Para konsep memiliki banyak arti lain dalam konteks yang berbeda. Informasi bisa di katakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, persepsi, stimuli, komunikasi, kebenaran, representasi dan rangsangan mental.
Informasi adalah data yang telah diberi makna melalui konteks. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (semisal dari Microsoft Excel) seringkali digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada di dalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan bentuk informasi, sementara angka-angka di dalamnya merupakan data yang telah diberi konteks sehingga menjadi punya makna dan manfaat.
Informasi semakin canggihnya teknologi menjadikan kehidupan lebih mudah. Jika digunakan dengan bijak maka bisa sangat bermanfaat untuk berbagai bidang, tak terkecuali untuk mendapatkan informasi dari beberapa sumber. Banyak yang menyatakan bahwa istilah ini hampir sama dengan pengetahuan yang didapatkan melalui proses.
Menurut Davis (dalam Iswandi, 2015) informasi adalah Data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.

Informasi menurut para ahli :
1.    Menurut Gordon B. Davis
Informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
2.    Azhar Susanto (2004:46)
Menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
3.    Burch dan Strater
Informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
4.    George R. Terry
Informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.

Iswandi, E. (2015). Sistem penunjang keputusan untuk menentukan penerimaan dana santunan sosial anak nagari dan penyalurannya bagi mahasiswa dan pelajar krang mampu di kegaragian barung-barung balantai timur. Jurnal TEKNOIF. 2(3). 70-79.0

c.      Psikologi

Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan tentang perilakufungsi mental, dan proses mental manusia secara ilmiah. Para praktisi di bidang psikologi disebut sebagai psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku.
Psikologi sendiri berasal dari bahasa latin, yaitu “psyche” dan “logos”. Psyche berarti jiwa, sedangkan logos berarti pengetahuan. Berarti pengertian psikologi secara adalah ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan.
Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Pengertian Psikologi menurut para ahli;
1.      Plato dan Aristoteles
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
2.      Wilhem Wundt
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia. Seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.
3.      Muhibbin Syah (2001)
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan.
4.      Morgan (1987)
mengatakan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan binatang, serta penerapannya pada permasalahan manusia. Pengertian psikologi ini dibuat berdasarkan percobaan dari beberapa ahli sebelumnya, seperti Skinner, Pavlov, dan tokoh lain yang membuat kerangka teori berdasarkan penelitian terhadap hewan.

Sarwono, S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta : Rajawali Pers.

d.       Sistem Informasi Psikologi


Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang bertujuan untuk memberi tahu informasi mengenai keadaan psikologis dari penggunanya.
Sistem informasi psikologi adalah sebuah prosedur pelaksanaan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan yang digunakan untuk mengolah kumpulan data yang didalamnya meliputi bidang psikologi (perilaku manusia).
Sistem informasi psikologi yaitu suatu sistem atau tata cara yang merupakan kombinasi dari interaksi antara  manusia dan  alat teknologi, pengendalian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyimpan data mengenai perilaku terlihat maupun tidak terlihat secara langsung serta proses mental yang terjadi pada manusia sehingga data tersebut dapat diubah menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu seperti tujuan penelitian. 
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang digunakan untuk memperoleh data yang berarti bagi si pengguna atau penerima mengenai ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia atau psikologi.


Jumat, 19 Januari 2018

Pengembangan Kreativitas dan keberbakatan




1.      Bagaimana peranan intelegensi dan kreativitas terhadap prestasi belajar seseorang?
Jawab :
Peranan antara intelegensi dan kreativitas terhadap prestasi belajar kemungkinan besar keberhasilan di sekolah, pelajaran semacam ini sekaligus memberikan informasi mengenai kualitas sistem pendidikan. Dengan begitu, mengetahui hubungan antara intelegensi dan kreativitas dan ingatan dengan prestasi belajar serta bagaimana sumbangan relatif masing-masing terhadap keberhasilan sekolah, dapat menarik kesimpulan mengenai corak dan tujuan sistem pendidikan tersebut, disebut diagnostik terbaik (inverted diagnostics) oleh Hofstee (1969). Dalam hal ini hubungan antara tes (kreativitas, intelegensi dan ingatan) dan kriteria (prestasi) menginformasikan kualitas sistem pendidikan. Misalnya pada suatu sekolah prestasi belajar berkorelasi paling tinggi dengan tes ingatan dari pada dengan tes intelegensi atau tes kreativitas, ini tidak berarti bahwa tes ingatan merupakan peramal yang paling baik bagi prestasi sekolah, tetapi bahwa pada sekolah tersebut ingatan mempunyai nilai lebih tinggi dari intelegensi dan kreativitas. Oleh karena itu, baik dalam assessment siswa maupun penilaian sistem pendidikan sebaiknya digunakan berbagai tes yang mempunyai arti psikologis yang bermakna dan yang cukup beragam, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai sejauh mana sasaran pendidikan tercapai dan mengenai kualitas sistem pendidikan. Menurut Cropley (1994) true giftedness (keberbakatan sejati) merupakan gabungan antara kemampuan konvensional (ingatan baik, berpikir logis, pengetahuan faktual, kecermatan, dan sebagainya) dan kemampuan kreatif (menciptakan gagasan, mengenal kemungkinan alternatif, melihat kombinasi yang tidak diduga, memiliki keberanian untuk mecoba sesuatu yang tidak lazim, dan sebagainya).

2.      Jelaskan mengenai sikap kreatif sebagai ciri non-bakat dari kreativitas!
Jawab :
Secara umum kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya yang dapat berupa imajinatif pemikiran yang hasilnya bukan hanya rangkuman. Kreativitas sebagai sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesaan (fleksibelitas) dan orisinlitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengembangkan, memperkaya suatu gagasan.
Sikap kreatif sebagai ciri non-bakat dari kreativitas Sehubungan dengan itu pengembangan kreativitas seseorang tidak hanya memperhatikan pengembangan kemampuan berpikir kreatif tetapi juga pemupukan sikap dan ciri – ciri kepribadian kreatif. Keberbakatan (giftdness) merupakan perpaduan antara kemampuan umum atau kecerdasan (inteligensi), kreativitas (kemampuan berpikir kreatif dan sikap kreatif), dan pengikat diri terhadap tugas (task – commitment) atau motivasi – internal, yang juga merupakan non aptitude trait.

3.      Jelaskan mengenai konsep kreativitas dan hubungannya dengan aktualisasi diri!
Jawab :
Menurut psikolog humanis, seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers, aktualisasi diri ialah apabila seseorang menggunakan semua bakat dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu menjadi mengaktualisasikan atau mewujudkan potensinya.
Implikasi dari pembedaan antara kreativitas aktualisasi diri dan kreativitas talenta khusus adalah penekanan pada pentingnya ciri-ciri afektif dari kreativitas ciri-ciri kepribadian, sikap, motivasi, dan predisposisi untuk berpikir kreatif. Kreativitas adalah suatu gaya hidup, suatu cara dalam mempersepsi dunia. Hidup kreatif berarti mengembangkan talenta yang dimiliki, belajar menggunakan kemampuan diri sendiri secara optimal; menjajaki gagasan baru, tempat-tempat baru; aktivitas-aktivitas baru; mengembangkan kepekaan terhadap masalah lingkungan, masalah orang lain, masalah kemanusiaan. Banyak orang menganggap bahwa kreativitas hanya dapat diajarkan jika dikaitkan dengan bidang subjek (mata ajaran) tertentu. Hal ini tidak benar. Kreativitas dapat diajarkan dalam konteks yang “content free”, lepas dari bidang materi tertentu, atau dapat dilekatkan dengan konten atau bidang subjek khusus.
Kreativitas aktualisasi diri adalah kekreatifan yang umum dan “content free”. Banyak program kreativitas yang berhasil bertujuan:
 a) meningkatkan kesadaran kreativitas
b) memperkokoh sikap kreatif, seperti menghargai gagasan baru
c) mengajarkan teknik menemukan gagasan dan memecahkan masalah secara kreatif
d) melatih kemampuan kreatif secara umum.
Program seperti ini membantu siswa memahami kreativitas dan menggunakan pendekatan yang kreatif terhadap masalah-masalah pribadi, akademis, dan profesional

Sumber :

Jumat, 17 November 2017

Jelaskan mengenai 3 teori tokoh yang melandasi pengembangan kreativitas


1.      Teori Wallas
Salah satu teori tradisional yang sampai sekarang banyak dikutip ialah teori Wallas yang dikemukakan dalam buku “The Art of Thought” yang menyatakan bahwa proses kreatif    meliputi 4 tahap, yaitu:
1        Tahap Persiapan, mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan mengumpulkan data atau informasi, mempelajari pola berpikir dari orang lain, bertanya kepada orang lain, mencari jawaban, dan lain-lain.
2        Tahap Inkubasi, pada tahap ini pengumpulan informasi dihentikan, individu melepaskan diri untuk sementara dalam masalah tersebut. Ia tidak memikirkan masalah tersebut secara sadar, tetapi “mengeramkannya’ dalam alam pra sadar.
3        Tahap Iluminasi, tahap ini merupakan tahap timbulnya “insight” atau “Aha Erlebnis”, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru.
4        Tahap Verifikasi, tahap ini merupakan tahap pengujian ide atau kreasi baru tersebut terhadap realitas. Disini diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Proses divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti proses konvergensi (pemikiran kritis).

2.      Menurut Abraham Maslow (1908-1970)
pendukung utama darim teori humanistik, manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan hierarki seperti kebutuhan primitif muncul pada saat lahir dan kebutuhan tinggi berkembang sebagai proses pematangan individu. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga yang tertinggi.\Kebutuhan tersebut adalah:
1.      Kebutuhan fisik/biologis
2.      Kebutuhan akan rasa aman
3.      Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
4.      Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
5.      Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri
Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight).

3.      Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
1.      Keterbukaan terhadap pengalaman
2.      Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
3.      Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.

Apabila seseorang memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

Minggu, 15 Oktober 2017

Kendala-kendala yang dihadapi psikolog dalam proses pengembangan kreativitas dan bakat

1.      Bagaimana cara psikolog untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan kreativitas dan bakat seseorang?
Jawaban :
1.      Gunakan cara-cara atau ide-ide untuk mendapatkan sesuatu yang menarik untuk disajikan kepada bakat seseorang. Menyajikan sesuatu kreativitas yang enak dan disukai seseorang atau anak-anak. Berikan metode yang menarik dan berbeda dari biasanya.
2.      Berikan tugas kegiatan yang membuat anak bergerak aktif atau berfikir, yang menghasilkan seseorang menjadikan pengembangan kreativitas dan bakat seseorang menjadi lebih lagi.
3.      Berikan hal-hal yang baru agar anak tidak bosan.
4.      Evaluasi
5.      Berikan hadiah kepada seseorang atas kreativitasan yang sudah dibuat.
6.      Selalu memberikan motivasi agar proses pengembangan kreativitas dan bakatnya selalu berkembang.

Selasa, 26 September 2017

Pengembangan Kreativitas dan Keterbakatan

1.      Bagaimana cara Psikolog dalam mengidentifikasi bakat dan kreativitas seseorang? Jelaskan langkah-langkahnya!
Jawab :
1)      Pengayaan
Tujuan tes kreativitas ini untuk mengidentifikasi bakat kreatif anak. Karena kreativitas sangat bermakna dalam hidup, masyarakat terutama orangtua dan guru ingin memberikan pengayaan kepada mereka yang berbakat kreatif.
2)      Remediasi
Untuk menemukan mereka yang mempunyai kemampuan kreatifnya yang sangat rendah.
3)      Pola perkembangan kreativitas
Psikolog tertarik untuk mengetahui pola perkembangan kreativitas karena dua alasan: pertama, mereka ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan dan penurunan kreativitas pada macam-macam tipe orang. Kedua, mereka ingin mengetahui apakah ada masa puncak kreativitas sebaiknya dilatih.
4)      Bimbingan kejuruan
Membantu anak memilih jurusan pendidikan dan karier, informasi mengenai kemampuan ini berguna dalam menyarankan anak mengikuti pendidikan dan kejuruan yang menuntuk kemampuan kreatif.
5)      Konseling
Membantu anak mengenali dan memahami bakat kreatif anak yang terpendam. Informasi ini memungkinkan konselor untuk merancang kegiatan yang menantang dan menarik bagi siswa kreatif. Dan membantu mengembangkan bakat dan minat seorang anak.
6)      Alat tes
Membantu potensi anak dapat diukur beberapa pendekatan; tes mengukur kreativitas secara langsung, tes yang mengukur kreativitas dan bakat, tes mengukur kepribadian kreatif, pengukuran bakat kreatif non-tes dan pengamatan langsung terhadap bakat dan kreativitas.

2.      Berikan satu saja contoh kasus.
Jawab :
Anak yang mempunyai bakat seni, seperti bakat bermusik misalnya ia akan berlatih musik dan berusaha menguasai musik sesuai apa yang ia sukai dan kreatifnya ia bisa saja membuat lagu yang sangat indah. Lalu bernyanyi, dengan memiliki suara yang bagus anak tersebut bisa menguasai not dengan lebih mudah dan nada yang sangat indah. Melukis, selain menyanyi dan bermain musik bakat yang ia miliki melukis ia bisa menggambar sesuatu yang sangat indah dengan kualitas garis yang dimiliki anak tersebut akan terlihat halus, ia juga mengerti warna dan komposisi yang bagus dan menarik. Sebagai psikolog, membantu mengembangkan bakat anak tersebut dan selalu diasah dan dilatih dengan tekun dan bersungguh-sungguh bisa jadi bakat dan kreativitas yang ia miliki adalah sebuah prestasi yang membanggakan dirinya dan orang tua. Anak yang menjalani apa yang ia sukai akan merasakan kenyamanan dengan apa yang ia lakukan idealnya, bakat yang dimiliki oleh anak sejalan dengan minatnya.

Bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul sebagai suatu kebutuhan dan perlu mendapatkan perhatian khusus dan serius. Karena itulah bakat perlu perhatian serius dan kangan dianggap biasa. Bila bakat seorang anak diperhatikan dengan serius akan sangat baik demi kemajuan masa depannya, apalagi bila anak sudah dibimbing pengembangan bakatnya sejak kecil. Sebagai konselor yang bertanggung jawab perkembangan bakat seorang anak harus mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk mengetahui hal apa saja yang perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat dan kreativitas anak. Seorang anak yang memiliki bakat harus memiliki perhatian karena setiap individu itu unik karena memiliki bakat yang berbeda-beda dan perlu memperoleh perhatian khusus. Motivasi, bantu anak dalam mengembangkan bakat dan kreativitas yang ia miliki yakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar mempunyai percaya diri yang tinggi. Dukungan, beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan mereka tekut dan latihan terus menerus dalam pengembangan bakatnya. Latihan dengan teratur dan terus menerus sangat baik dalam pengembangan bakatnya agar bakatnya bisa baik, dan berikan penghargaan dan pujian untuk setiap apa yang bakat anak miliki.